Senin, 05 Mei 2014
Minggu, 06 April 2014
Penceramah Muda
Bila sore tiba, jangan tunggu waktu hingga pagi, bila pagi tiba, jangan tunggu waktu hingga sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu dan manfaatkanlah masa hidupmu sebelum tiba waktu ajalmu
Hari ini anda sayang pada anak, isteri serta Ibu bapak, dan juga keluarga tiap saat, tapi suatu hari nanti anda akan meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
Ambil dari dunia sesuatu yang bisa jadi bekal untuk akhirat nanti dan jangan mengambil dari dunia sesuatu yang bisa menghalangi anda di akhirat nanti
Barang siapa yang masuk ke dalam kubur tanpa bekal yang dibawanya, maka ia seperti berlayar di lautan tanpa perahu
Sesungguhnya orang yang sempurna akal adalah yang selalu memperbaiki dirinya, serta selalu siap, beramal, berbekal tuk menghadapi hari kemudian setelah mati.
Janganlah sampai kita terlena dengan jebakan duniawi, sebab sesungguhnya kita hidup di dunia ini tak lain untuk mencari bekal tuk di kehidupan yang sebenarnya nanti
Allah adalah tujuan, untuk-Nyalah kita hidup serta karena-Nyalah kita hidup, maka lakukan hal yang terbaik dalam hidup kita untuk dapat menuju kepada sang Khaliq
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya pada perbuatan jahat serta kesucian hati nuraninya sesuai dengan kepekaannya pada kehormatan dirinya.
Amal yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang terus menerus meskipun hanya sedikit.
Andaikan seseorang mau memikirkan kebesaran Allah SWT, maka dia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan dosa
Mengarungi samudera kehidupan ini, kita ibaratkan para pengembara, hidup ini merupakan perjuangan yang akan jadi saksi pengorbanan
Kita yang mulanya suci saat dilahirkan, maka kembalipun kita harus dalam kondisi suci untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya.
Berbahagialah orang yang perkataannya dzikir, dan diamnya berfikir serta pandangannya perhatian.
Bila ingin mendapat sesuatu, belajarlah dengan memberi, bila ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagian itu kepada orang lain.
Hari ini anda mampu menggunakan pakaian yang cantik serta mahal harganya, tapi suatu hari nanti anda hanya akan mampu menggunakan sehelai kain putih saja.
Hari ini anda makan serta minum dengan sesuka hati di dunia, tapi suatu hari nanti anda akan dimakan oleh ular, ulat dan binatang lainnya dalam kubur sesudah meninggal dunia.
Sabtu, 05 April 2014
Hadirilah 3 Ustadz Muda Dari Karawang-Jawa Barat Bersama Ustadz Abdul Hamid (UHA)
Tiga manusia adalah sumber kebaikan:
manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang
tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”
“Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”
“Ulama adalah kepercayaan para
rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka
curigailah ketakwaan mereka.”
“Tiga perkara dapat mengeruhkan
kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut.
Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu
keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”
“Orang yang suka menghina orang lain, dia akan dihina.” (Umar bin Khattab)
“Kesabaran itu ada dua macam:
kesabaran terhadap sesuatu yang kamubenci dan kesabaran terhadap sesuatu
yang kamu sukai.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
“Tanda-tanda orang bijaksana antara lain adalah lidahnya selalu basah dengan dzikrullah.” (Utsman bin Affan)
“Sungguh, nikmat itu bersambung
dengan rasa syukur dan rasa syukuritu dapat mempengaruhi penambahan
nikmat. Keduanya beriringandalam satu kurun, maka tidak akan terputus
tambahan nikmat dari Allahhingga rasa syukur terputus dari seorang
hamba.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
“Pekerjaan lebih banyak daripada waktu.” (Hasan al-Banna)
“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu.”
“Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya.”
“Kesempurnaan yang paling sempurna
adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis
dalam mengeluarkan biaya hidup.”
“Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan
akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan
terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan
sebagai orang bodoh.”
“Sesungguhnya Allah membenci
seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan
kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya.
Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya.”
“Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid.”
“Seorang hamba bisa dikatakan alim
jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina
orang yang berada di bawahnya.”
“Jika mulut seseorang berkata jujur,
maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan
ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan
ditambah.”
“Janganlah malas dan suka marah,
karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas,
ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang
suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran.”
“Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya.”
“Kemarahan manusia itu
bermacam-macam. Ada yang lekas marah, lekas tenang dan lekas hilang.
Sebagian lambat marah, lambat pula reda. Sebagian lagi lambat marah
tetapi cepat reda. Yang ketiga ini terpuji.” (Imam al-Ghozali)
“Orang alim mengukir, sedang orang arif mengilapkannya.” (Abdul Qadir Jailani)
“Dalam hati setiap orang ada
kebutuhan untuk merasa dicintai tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia
pantas menerimanya. (Maurice Wagner)
“Kesabaran itu adalah sesuatu yang terpuji kecuali ketika agama dihina, harga diri dikoyak, dan hak dirampas.”
“Cara terbaik menghilangkan musuh adalah mencintainya.”
Memperkenalkan Ustadz Abdul Hamid(UHA)
Wahai Rosulullah, Kau telah ajarkan hidup ini untuk saling mengasihi ku tanamkan dalam hati ku amalkan sejak dini Engkaulah nabi pembawa cinta Kau bimbing menuju cinta.
Jumat, 28 Maret 2014
Ustadz Abdul Hamid Guru Tanpa Jasa
Sosok guru adalah figure yang mengajar tanpa
kenal lelah, berjalan kaki, naik turun gunung, kadang naik sepeda, tanpa
minta dihargai dan tanpa berharap lebih. Semua dilakukan dengan hati
yang tulus dan ikhlas. Keinginan-nya hanya satu mencerdaskan setiap anak
didik yang diajarnya. Mengabdi untuk masyarakat, bangsa dan negara
tanpa pamrih. Sungguh cita-cita yang luhur dan mulia.
Sabtu, 08 Maret 2014
Jumat, 03 Januari 2014
TEKS PIDATO MAULID NABI
TEKS PIDATO MAULID NABI
Assalamu
Alaikum wr.Wb
Tiada kata yang pantas untuk diucapkan
kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
segala rohmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih
dapat menikmati anugrah terindahnya berupa kesehatan serta oksigen yang kita
hirup tanpa harus membayar sepeserpun. Solawat serta salam mudah-mudahan tetap
tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari
jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang.
Santri-santri putri yang saya sayangi...
Tanggal 12 Rabiul Awal saat ini, yang
bertepatan pada tanggal … sebagian besar kaum muslim sedang merayakan maulid
Nabi Muhammad SAW, yang tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang
dilakukan secara turun temurun.
Dalam catatan historis, Maulid dimulai
sejak zaman kekhalifahan dinasti Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari
Fatimah az-Zahrah, putri nabi Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan
panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah beliau
mengusulkan agar diadakan peringatan hari kelahiran nabi Muhammad. Tujuannya
adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan
membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis.
Secara subtansial, perayaan Maulid
Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenalkan keteladanan nabi Muhammad
sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan,
bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam
memberikan teladan agung bagi umatnya.
Dalam konteks ini, Maulid harus
diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat.
Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta
masyarakat madani(Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti
toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan,
keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah
sosio antropologis Islam, nabi Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua
dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
Pertama, dalam perspektif
teologis-religius, nabi Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi
sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan nabi
Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang
bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan
“suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.
Kedua, dalam perspektif sosial-politik,
nabi Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok
individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter,
toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu
membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat
sosial yang sejahtera dan tentram.
Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk
mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental,
sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari
kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian
ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya
sebagai kelahiran sosok pemimpin.
Karena bukan menjadi rahasia lagi,
bila kita saat ini sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu
merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan bagi masyarakat sosial yang ideal.
Kontekstualisasi peringatan Maulid jangan hanya dipahami dari perspektif
keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang
menyangkut segala persoalan. Misalnya: politik, budaya, ekonomi, maupun agama.
Santri-santri putri yang saya cintai...
Nabi Muhammad dilahirkan ke dunia. Datangnya
membawa tugas. Perginya meninggalkan bekas. Datangnya membawa tugas yang
diselesaikan dalam kurun waktu 23 tahun. Datangnya ke dunia diperintah untuk
memperbaiki budi pekerti(sholihah Akhlak), supaya ummat ini menjadi umat yang
sopan santun (makarimal akhlak).
Sopan terhadap siapa?
Sopan
terhadap Alloh yang telah menciptakan kita. Sopan terhadap Rosululloh. Sopan
terhadap agama yang kita peluk. Sopan terhadap diri sendiri. Sopan terhadap
orangtua. Sopan terhadap masyarakat. Sopan terhadap ibu pertiwi. Sopan terhadap
negara.
Sebelum makan membaca
bismillahirrohmanirrohim, adalah bentuk kesopanan
kita
kepada Alloh.Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan atas berkat Rohmat Alloh Yang
Maha Kuasa, adalah merupakan bentuk kesopanan para pendahulu kita kepada Alloh.
Mereka mengakui bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukan karena pemberian
sekutu, bukan pemberian Jepang dan bukan semata-mata karena perjuangan bangsa
Indonesia melawan Belanda. Tapi karena Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa.
Sebaliknya, menyebutkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah karena hasil
perjuangan rakyat Indonesia adalah bentuk ketidak-sopanan kepada Alloh.
Sopan terhadap Rosululloh: Rosul
merupakan pintu gerbang agung agama. Maka sudah sepantasnya kita sopan kepada
Rosululloh. Dengan mengikuti perintah dan menjauhi larangan beliau, menghormati
anak cucu beliau(para habaib dan syrifah), serta memperbanyak membaca sholawat
untuk beliau.
Sopan kepada agama: Agama islam
mengajarkan kesucian. Karena itu kita harus sopan dalam beragama.
Sopan kepada diri sendiri: Bagaimana
kita diperintah untuk menutup aurat adalah bentuk kesopanan pada diri sendiri.
Pernahkah kita berfikir, jika sebuah kelapa dalam menjaga kemurnian dan jati
dirinya dia harus menutup diri dengan sabut yang tebal dan batok yang kuat? Lalu
sudahkah kita menjaga diri seperti buah kelapa?
Sopan kepada orang tua: Jangan sampai
kita durhaka seperti kisah malin kudang. Perlu kita ingat, Ketidak-relaan orang
tua itu menyebabkan seorang anak diazab oleh Allah SWT.
Sopan kepada masyarakat: Dalam
kehidupan ini kita tidak bisa keluar dari masyarakat, maka kita harus sopan kepada
masyarakat.
Sopan kepada ibu pertiwi: Hadis Cinta
tanah air adalah sebagian dari iman, adalah bentuk kesopanan kepada ibu
pertiwi.
Sedangkan pada siapa kita diajar untuk
santun?
Kita diajarkan santun kepada anak-anak yatim. Kita diajarkan santun
kepada para fakir miskin. Kita diajarkan santun kepada orang-orang yang
teraniaya, dan Kita diajarkan santun kepada orang-orang yang terkena bencana.
Semoga uraian ini bermanfaat. Mohon
maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
wassalamu 'alaikum. wr. wb
Langganan:
Postingan (Atom)




