Minggu, 06 April 2014

Penceramah Muda

Bila sore tiba, jangan tunggu waktu hingga pagi, bila pagi tiba, jangan tunggu waktu hingga sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu dan manfaatkanlah masa hidupmu sebelum tiba waktu ajalmu 
Hari ini anda sayang pada anak, isteri serta Ibu bapak, dan juga keluarga tiap saat, tapi suatu hari nanti anda akan meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. 
Ambil dari dunia sesuatu yang bisa jadi bekal untuk akhirat nanti dan jangan mengambil dari dunia sesuatu yang bisa menghalangi anda di akhirat nanti 
Barang siapa yang masuk ke dalam kubur tanpa bekal yang dibawanya, maka ia seperti berlayar di lautan tanpa perahu 
Sesungguhnya orang yang sempurna akal adalah yang selalu memperbaiki dirinya, serta selalu siap, beramal, berbekal tuk menghadapi hari kemudian setelah mati. 
Janganlah sampai kita terlena dengan jebakan duniawi, sebab sesungguhnya kita hidup di dunia ini tak lain untuk mencari bekal tuk di kehidupan yang sebenarnya nanti 
Allah adalah tujuan, untuk-Nyalah kita hidup serta karena-Nyalah kita hidup, maka lakukan hal yang terbaik dalam hidup kita untuk dapat menuju kepada sang Khaliq 
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya pada perbuatan jahat serta kesucian hati nuraninya sesuai dengan kepekaannya pada kehormatan dirinya. 
Amal yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang terus menerus meskipun hanya sedikit. 
Andaikan seseorang mau memikirkan kebesaran Allah SWT, maka dia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan dosa 
Mengarungi samudera kehidupan ini, kita ibaratkan para pengembara, hidup ini merupakan perjuangan yang akan jadi saksi pengorbanan 
Kita yang mulanya suci saat dilahirkan, maka kembalipun kita harus dalam kondisi suci untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya. 
Berbahagialah orang yang perkataannya dzikir, dan diamnya berfikir serta pandangannya perhatian.
Bila ingin mendapat sesuatu, belajarlah dengan memberi, bila ingin kebahagiaan, berikanlah kebahagian itu kepada orang lain. 
Hari ini anda mampu menggunakan pakaian yang cantik serta mahal harganya, tapi suatu hari nanti anda hanya akan mampu menggunakan sehelai kain putih saja. 
Hari ini anda makan serta minum dengan sesuka hati di dunia, tapi suatu hari nanti anda akan dimakan oleh ular, ulat dan binatang lainnya dalam kubur sesudah meninggal dunia.

Sabtu, 05 April 2014

Hadirilah 3 Ustadz Muda Dari Karawang-Jawa Barat Bersama Ustadz Abdul Hamid (UHA)

Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”
“Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”
“Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”
“Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”
“Orang yang suka menghina orang lain, dia akan dihina.” (Umar bin Khattab)
“Kesabaran itu ada dua macam: kesabaran terhadap sesuatu yang kamubenci dan kesabaran terhadap sesuatu yang kamu sukai.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
“Tanda-tanda orang bijaksana antara lain adalah lidahnya selalu basah dengan dzikrullah.” (Utsman bin Affan)
“Sungguh, nikmat itu bersambung dengan rasa syukur dan rasa syukuritu dapat mempengaruhi penambahan nikmat. Keduanya beriringandalam satu kurun, maka tidak akan terputus tambahan nikmat dari Allahhingga rasa syukur terputus dari seorang hamba.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
“Pekerjaan lebih banyak daripada waktu.” (Hasan al-Banna)
“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu.”
“Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya.”
“Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup.”
“Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh.”
“Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya.”
“Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid.”
“Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya.”
“Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah.”
“Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran.”
“Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya.”
“Kemarahan manusia itu bermacam-macam. Ada yang lekas marah, lekas tenang dan lekas hilang. Sebagian lambat marah, lambat pula reda. Sebagian lagi lambat marah tetapi cepat reda. Yang ketiga ini terpuji.” (Imam al-Ghozali)
“Orang alim mengukir, sedang orang arif mengilapkannya.” (Abdul Qadir Jailani)
“Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya. (Maurice Wagner)
“Kesabaran itu adalah sesuatu yang terpuji kecuali ketika agama dihina, harga diri dikoyak, dan hak dirampas.”
“Cara terbaik menghilangkan musuh adalah mencintainya.”

Memperkenalkan Ustadz Abdul Hamid(UHA)


Wahai Rosulullah, Kau telah ajarkan hidup ini untuk saling mengasihi ku tanamkan dalam hati ku amalkan sejak dini Engkaulah nabi pembawa cinta Kau bimbing menuju cinta.

Jumat, 28 Maret 2014

Ustadz Abdul Hamid Guru Tanpa Jasa

Sosok guru adalah figure yang mengajar tanpa kenal lelah, berjalan kaki, naik turun gunung, kadang naik sepeda, tanpa minta dihargai dan tanpa berharap lebih. Semua dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Keinginan-nya hanya satu mencerdaskan setiap anak didik yang diajarnya. Mengabdi untuk masyarakat, bangsa dan negara tanpa pamrih. Sungguh cita-cita yang luhur dan mulia.


Jumat, 03 Januari 2014

TEKS PIDATO MAULID NABI

TEKS PIDATO MAULID NABI


Assalamu Alaikum wr.Wb
          Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmati anugrah terindahnya berupa kesehatan serta oksigen yang kita hirup tanpa harus membayar sepeserpun. Solawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang.
          Santri-santri putri yang saya sayangi...
          Tanggal 12 Rabiul Awal saat ini, yang bertepatan pada tanggal … sebagian besar kaum muslim sedang merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.
          Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan dinasti Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri nabi Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah beliau mengusulkan agar diadakan peringatan hari kelahiran nabi Muhammad. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis.      
          Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenalkan keteladanan nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.
          Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani(Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, nabi Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
          Pertama, dalam perspektif teologis-religius, nabi Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan nabi Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.
          Kedua, dalam perspektif sosial-politik, nabi Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.
          Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.
          Karena bukan menjadi rahasia lagi, bila kita saat ini sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan bagi masyarakat sosial yang ideal. Kontekstualisasi peringatan Maulid jangan hanya dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misalnya: politik, budaya, ekonomi, maupun agama.
          Santri-santri putri yang saya cintai...
          Nabi Muhammad dilahirkan ke dunia. Datangnya membawa tugas. Perginya meninggalkan bekas. Datangnya membawa tugas yang diselesaikan dalam kurun waktu 23 tahun. Datangnya ke dunia diperintah untuk memperbaiki budi pekerti(sholihah Akhlak), supaya ummat ini menjadi umat yang sopan santun (makarimal akhlak).
          Sopan terhadap siapa?
Sopan terhadap Alloh yang telah menciptakan kita. Sopan terhadap Rosululloh. Sopan terhadap agama yang kita peluk. Sopan terhadap diri sendiri. Sopan terhadap orangtua. Sopan terhadap masyarakat. Sopan terhadap ibu pertiwi. Sopan terhadap negara.
          Sebelum makan membaca bismillahirrohmanirrohim, adalah bentuk kesopanan
kita kepada Alloh.Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan atas berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa, adalah merupakan bentuk kesopanan para pendahulu kita kepada Alloh. Mereka mengakui bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukan karena pemberian sekutu, bukan pemberian Jepang dan bukan semata-mata karena perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda. Tapi karena Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa. Sebaliknya, menyebutkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah karena hasil perjuangan rakyat Indonesia adalah bentuk ketidak-sopanan kepada Alloh.
          Sopan terhadap Rosululloh: Rosul merupakan pintu gerbang agung agama. Maka sudah sepantasnya kita sopan kepada Rosululloh. Dengan mengikuti perintah dan menjauhi larangan beliau, menghormati anak cucu beliau(para habaib dan syrifah), serta memperbanyak membaca sholawat untuk beliau.
          Sopan kepada agama: Agama islam mengajarkan kesucian. Karena itu kita harus sopan dalam beragama.
          Sopan kepada diri sendiri: Bagaimana kita diperintah untuk menutup aurat adalah bentuk kesopanan pada diri sendiri. Pernahkah kita berfikir, jika sebuah kelapa dalam menjaga kemurnian dan jati dirinya dia harus menutup diri dengan sabut yang tebal dan batok yang kuat? Lalu sudahkah kita menjaga diri seperti buah kelapa?
          Sopan kepada orang tua: Jangan sampai kita durhaka seperti kisah malin kudang. Perlu kita ingat, Ketidak-relaan orang tua itu menyebabkan seorang anak diazab oleh Allah SWT.
          Sopan kepada masyarakat: Dalam kehidupan ini kita tidak bisa keluar dari masyarakat, maka kita harus sopan kepada masyarakat.
          Sopan kepada ibu pertiwi: Hadis Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, adalah bentuk kesopanan kepada ibu pertiwi.
          Sedangkan pada siapa kita diajar untuk santun?
Kita diajarkan santun kepada anak-anak yatim. Kita diajarkan santun kepada para fakir miskin. Kita diajarkan santun kepada orang-orang yang teraniaya, dan Kita diajarkan santun kepada orang-orang yang terkena bencana.
          Semoga uraian ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
wassalamu 'alaikum. wr. wb