Rabu, 03 April 2013

Ceramah “Idola Sepanjang Masa”

 
 
 
 
 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
            Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat kepada kita semua sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada panutan kita, jungjunan kita, Nabi Besar Muhammad SAW. kepada keluarganya, para sahabatnya, tabi’in dan tabi’atnya, dan kepada kita selaku umatnya hingga akhir jaman.
            Saudara-saudaraku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu mengenai “Idola Sepanjang Masa”.
            Setiap manusia tentunya memiliki idola, idola tersebut adalah orang yang menginspirasi kehidupan mereka. Idola tersebut bisa seorang aktris/aktor, penyanyi, musisi, pemain bola, dan lain sebagainya. Sayangnya orang yang diidolakan oleh para remaja saat ini adalah orang-orang yang belum tentu pantas untuk dijadikan sebagai seorang idola.
            Saudara-saudaraku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah.
            Saat ini demam para idola sudah mewabah di seluruh dunia, ada yang mengidolakan para versonil boyband atau girlband, para musisi sampai pemain bola. Wujud kecintaannya pun beraneka ragam, seperti memajang poster sang idola di kamar, mengikuti segala perkembangan mengenai orang yang ia idolakan, menyanyikan dan menghafal lagu sang idola, idola menjadi sosok yang membuatnya bangun malam hanya untuk menonton aksi sang idola, sampai mengikuti setiap apa-apa yang idola itu kerjakan.
            Orang-orang yang dapat menjadi idola saat ini adalah orang yang harus memiliki penampilan yang menarik, menarik karena memamerkan aurat, orang yang pandai bicara meski yang dibicarakan adalah hal yang tidak bermutu, orang yang jago olah raga walau berzina adalah kesehariannya. Sungguh sesuatu yang memilukan, di mana para remaja saat ini dibutakan oleh demam para idola sementara mengenai Nabi dan Rasul mereka kelabakan.
Saudara-saudaraku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah.
Salah satu jebakan yang harus diwaspadai dalam relasi antara idola dan penggemar adalah jebakan penghambaan. Istilah penghambaan mungkin terdengar agak berlebihan bagi sebagian orang, tetapi jika para penggemar telah sampai pada tahap mau melakukan apa saja demi idola mereka hingga melewati logika rasional dan koridor Syariat Islam, di sanalah letak jebakan penghambaan itu. Remaja-remaja bisa jadi rusak seperti ini, itu pun karena sikap orang tua mereka yang tidak ambil peduli. Tidak sedikit orang tua yang tidak lagi memperhatikan shalat anaknya. Ketika ada acara TV atau ada acara konser, tidak pernah orang tua mengajak anaknya untuk melaksanakan shalat lima waktu. Orang tua tidak lagi peduli anaknya bisa baca Al Qur’an atau tidak. Orang tua lebih senang jika anaknya ikut les bahasa Inggris, les piano daripada tiap sore mesti ke masjid untuk ikut TPA mempelajari kitab suci Al Qur’an. Orang tua pun tidak punya rasa peduli, terserah saja anaknya ingin digandeng oleh lelaki siapa saja.
Saudara-saudaraku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah.
Prinsip asasi pertama dalam ajaran Islam adalah agar setiap manusia hanya menghambakan dirinya pada Allah SWT saja. Lalu bagaimana agar kita terhindar dari jebakan penghambaan kepada selain Allah SWT? Itulah mengapa ada prinsip asasi kedua, yakni agar setiap manusia mengikuti tata cara penghambaan kepada Allah SWT dari Rasulullah saw. Manusia terbaik yang ma’sum atau dijamin pasti benar semua perkataan dan perbuatannya. Hal ini membuat beliau adalah satu-satunya manusia yang paling aman untuk dijadikan idola. Karena tidak ada satu pun bagian dari karakter dirinya yang mengandung jebakan untuk pengambaan lain selain Allah SWT. Semuanya baik, semuanya benar. Adakah yang lebih aman dan lebih pantas untuk diidolakan selain beliau. Namun, yang perlu digaris bawahi, kedua prinsip asasi tersebut fungsinya adalah sebagai landasan dan koridor. Jadi, kedua prinsip asasi ini sebenarnya tidak melarang kita untuk mengidolakan sosok lain. Asal kriteria idola kita tersebut adalah sosok yang cukup aman dan patut ditiru, serta tidak keluar dari koridor syariat. Tentu saja, hal ini membawa konsekuensi bahwa pengidolaan kita terhadap sosok lain haruslah merupakan turunan atas pengidolaan kita terhadap Rasulullah saw.
Saudara-saudaraku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah.
Intinya manfaatkanlah masa muda kita sebelum datang masa tua kita nanti. Jangan sampai masa muda kita diisi oleh hal-hal yang kurang bermanfaat bagi kita, bukan untuk di dunia saja tetapi juga di akhirat kelak. Hadits Rasulullah SAW
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang kematianmu.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar